Digital Forensics Data Analysis

finger


Digital Forensics Data Analysis - Analisis terhadap Ilmu Digital Forensics dan Ethical Hacking, Artikel ini di publish dikarenakan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Digital Forensics jurusan Teknik Informatika Konsentrasi Jaringan Komputer Forensics di Universitas Siliwangi Tasikmalaya dengan dosen pengampu Pak Nur Widiyasono, S.T, M.T, CEH, CHFI. 

Digital Forensics Data Analysis


1. Digital Forensics

Saya akan mencoba untuk sedikit menjelaskan tentang pemahaman saya terhadap Ilmu Digital Forensics. Oke langsung saja, setelah apa yang saya cerna dari penjelasan Pak Dosen (Nur Widiyasono) tentang Mata Kuliah Digital Forensics. 

Forensics merupakan bidang ilmu pengetahuan yang digunakan untuk membantu penegakkan keadilan melalui proses penerapan ilmu sains, ada banyak forensic (kimia forensic, fisika forensic, kedokteran forensic dan komputer forensic juga). 

Sebagai contoh seperti pada Kasus Jessica "Kopi Sianida".

Pencarian bukti, bukti digital bisa didapat dari hasil rekam disk, rekam memori baik volatil/non volatil. Tahapan ini biasanya sangat panjang dan lama, karena ditahap ini lah proses pengumpulan informasi dan pengumpulan data.

Kemudian, proses dilanjutkan dimana alat bukti yang didapat dipelihara dan dijaga agar tidak rusak, tercemar atau hilang. Hal ini perlu dilakukan karena alat bukti perlu di analisis. 

Selanjutnya adalah menganalisis alat bukti yang didapat. Setelah alat bukti dianalisis barulah didapatkan hasil, dan hasil dipresentasikan sampai tersangka bisa dibuktikan bersalah/tidak.

Dari sebuah penjelasan singkat ini, dapat saya simpulkan bahwa Digital Forensics merupakan Ilmu yang mempelajari tentang validasi, identifikasi, analisis dari sebuah kasus. Sehingga kita dapat membuktikan kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan. 

2. Ethical Hacking

Ethical hacking merupakan Tindakan Hacking yang dilakukan atas izin dan atas sepengetahuan pemilik. Sedangkan Hacking sendiri memiliki pengertian menembus keamanan sistem suatu jaringan komputer. 

Jadi, hacker mengidentifikasi kelemahan dalam sistem, tapi bukannya mengambil keuntungan dari situasi peringatan, sehingga pemilik nantinya bisa memperbaiki masalah dan membuat sistem menjadi lebih aman.

Dengan adanya Ethical Hacking, maka sistem akan menyampaikan pesan kepada pemilik dengan berbagai sarana mulai dari telepon sederhana untuk meninggalkan kartu elektronik dalam sistem, sebagai suatu tanda yang jelas bahwa sistem itu dilanggar. 

Kerahasiaan informasi klien adalah salah satu masalah yang paling dominan dalam panduan etika hacking. Ketika bekerja pada sebuah proyek, ethical hacker mungkin akan menemukan beberapa informasi penting tentang pengguna atau perusahaan. 

Ia harus memastikan bahwa informasi ini dirahasiakan. Semua hasil, didokumentasikan serta dalam format elektronik, harus disimpan dalam kondisi yang aman. 

Demikian Analisis Terhadap Ilmu Digital Forensics dan Ethical Hacking. Maaf apabila terdapat penjelasan yang kurang sesuai. Semoga dapat bermanfaat!
Next Post
No Comment
Add Comment
comment url