Skip to main content

Puisi Tentang Kamu

buku

Puisi Tentang Kamu - Tepat pada pukul 01.30 dini hari, jam dinding sudah menunjukkan berganti hari (hari Minggu, 06 September 2020). Duduk sendirian menghadap komputer, bersiap untuk menuangkan setiap diksi yang mencoba keluar dari hati.

Untuk memberikan saran, mungkin aku takkan sepenuhnya menjadi jawaban atas masalah yang kau hadapi. Tetapi paling tidak, dari semua kata-kata yang kau ucap, itu menunjukan masalah yang kau hadapi sangat berat, seolah memikul beban sendirian.

Melalui tulisan ini, ku berharap dan berdo’a kepada sang pencipta, semoga Allah memberikan kekuatan kepadamu untuk melewati masalah yang saat ini kau hadapi.

Jangan pernah menganggap bahwa kau sendirian!

Ceritakan semua beban pikiranmu kepadaku, biarkan hatimu menghela nafas untuk sejenak dikala kau bercerita. Ingatkah yang sudah kamu katakan kala itu? “aku tak ingin ada disaat kau “suka” saja, tapi aku juga ingin selalu ada disaat kau menghadapi masalah”.

Sekarang giliranku! Ini bukan tentang balas budi. Tapi yang ku rasakan, disaat aku memiliki masalah yang memang butuh seseorang untuk mendengarkan, dan kau ada. Itu sangat membantuku untuk kembali memulihkan senyuman.

Aku tidak memaksa kamu untuk bercerita, namun ku mencoba untuk selalu ada untukmu, menjadi seseorang yang kau andalkan, menjadi pelindungmu disaat kau merasa tertekan.

Melalui tulisan ini juga, ku buat puisi untukmu. Kamu adalah wanita yang kuat, mandiri, yang senyumannya manis, masakkannya enak dan yang kalau kamu memberi lelucon, selalu memaksaku untuk tertawa :D hehe

 

Puisi Tentang Kamu

Karya: Rendi Riansyah

 

Kamu (Wanita Kuat)

Kamu..

Wanita kuat yang memberi kehidupan

Menyembunyikan luka dibalik senyuman

Seolah tidak terjadi apa-apa

Padahal hatimu sedang terluka

 

Ini semua adalah tentang waktu

Kesedihan, tenaga yang terkuras dan jiwa yang lelah akan segera berlalu

Bersabarlah dan tetap pada keteguhan hatimu

 

Boleh saja jika kamu ingin menangis

Hanya sekedar melepas beban yang ada dihati

Biarkan air mata itu keluar bersama kesedihan

Yang tertinggal hanyalah sejuta harapan yang akan jadi kenyataan

 

Tetap tegar meski terkadang hidup dirasa tak adil

Itu semua adalah awal kebahagiaan yang kau cari

Bulatkan tekad, yakinkan hatimu untuk menyambut kebahagiaan

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar