Cerpen Mantan


 Sang Penolong

Tuhan menghadirkan seseorang dalam kehidupan kita, terkadang ditakdirkan bukan sebagai pendamping hidup, melainkan menjadi salah satu orang yang akan menolong kita ketika masalah datang. Dan setelah masalah itu selesai, maka orang itupun akan beranjak pergi. Seperti kisah Angga yang kembali bertemu dengan Feby. Awalnya Angga beranggapan bahwa Feby adalah orang yang mungkin mampu mendampingi hidupnya. Tetapi ternyata, tidak.

Setelah satu bulan mereka kembali mempunyai kedekatan. Ada beberapa hal yang membuat Angga mulai merasakan keraguan atas semua sikap Feby yang tidak bisa menghargai seorang laki-laki. Mulai dari perkataan yang kasar, Feby memperlakukan Angga dihadapan orangtua Feby dengan sangat tidak sopan, hingga tidak peduli dengan penampilan ketika menyambut kedatangan Angga.

Angga bertahan bukan karena mempunyai perasaaan nyaman dengan Feby, tapi karena Angga menganggap mampu merubah semua itu ketika kelak Feby menjadi wanita yang pantas dia sayangi setelah ibunya.

“Jangan salah! Itu tidak akan berhasil. Apabila untuk saat ini saja dia tidak bisa mampu menghargaimu, apalagi nanti. Bisa-bisa kamu akan diperbudak olehnya.” Kata Dian, temanku.

Kataku, sambil ketawa.

Dihadapan orangtuanya sendiri, Angga bersikap seolah tidak terjadi apa-apa. Seakan Feby adalah orang yang terbaik untuk hidupnya. Angga mampu menutupi semua itu, hanya untuk menunggu waktu yang tepat, saat dimana Angga bisa merubah perlakuan Feby yang menganggap Feby lah yang paling tinggi derajat dihadapan orangtuanya sendiri. Sehingga menjadi sebuah kebiasaan tidak menghargai Angga dihadapan orangtuanya Feby.

Angga tidak akan bisa memungkiri, bahwa kebaikkan Feby yang mampu membuatnya bertahan saat itu.

Saat itu Feby akan menjenguk yang katanya teman lelakinya di Rumah Sakit, tak pernah ada aturan dari Angga kepada Feby untuk melarangnya menjenguk temannya.

“Ga, aku mau jenguk temanku yang lagi sakit ya.” Kata Feby.

“Iya Feb, hati-hati ya dijalannya.” Balas Angga.

Satu minggu setelah itu, banyak sekali perubahan sikap dari Feby. Mulai dari tidak mau dijemput pulang sekolah, hingga harus chat dulu ketika mau ke rumah, karena biasanya juga tidak perlu chat dulu. Dan Feby pernah bilang seperti ini “kalau mau ke rumah, ke rumah aja ya langsung”.

Karena rasa penasaranlah yang membuat Angga berani nelpon Feby berkali-kali meskipun tidak Feby angkat sampai ada titik dimana Feby berani menolak telpon dari Angga.

“Hallo Feb, kamu kenapa? Kok cuek banget seminggu ini. Kalau aku punya salah, aku minta maaf ya?” tanya Angga.

“gapapa ga. Bentar ya aku lagi kerja dulu.” Jawab Feby

Anggapun mulai menghela nafas, itu tandanya selama ini dia sudah berpikir negatif tentang Feby.

Tetapi, dari kejadian itu, semuanya makin aneh. Bahkan ada hal yang sangat lucu. Feby menyangka bahwa Angga sudah buka akun Instagram miliknya.

“Ga, kamu buka akun Instagramku ya? Kalau mau buka akun Instagramku, izin dulu lah!” Tanya Feby dari chat WhatsApp.

“Hah? Mau buka gimana? Aku tahu email sama passwordmu aja engga.” Jawab Angga, sambil kebingungan.

Panjang sekali perdebatan saat itu, hingga Feby mengeluarkan kata-kata kasar yang sebelumnya belum pernah  Angga dengar kata itu keluar dari mulut Feby. Sontak membuatnya makin yakin kalau Feby dihadirkan oleh tuhan bukan untuk mendampinginya, melainkan untuk menolongnya saat itu.

Setelah perdebatan itu, Angga dan Feby sudah jarang untuk berkomunikasi, apalagi bertemu.  Dikarenakan semua sudah berlalu, dan tak ingin kejadian itu terulang kembali. Angga memutuskan untuk tidak akan melanjutkan kembali kedekatannya dengan Feby. Bukan berarti memutuskan silaturahmi, tapi berakhir sebagai seseorang yang pernah dekat dengan Feby.

Tetapi, belum juga Angga mengatakan hal itu, Feby mengirim pesan melalui WhatsApp yang isinya sama persis dengan apa yang ingin Angga bicarakan.

“Ga, maaf ya. Mungkin aku udah gak bisa lagi ngelanjutin kedekatan kita ini. Karena aku mau fokus kerja, mau memperbaiki diri.” Kata Feby.

“iya Feb, aku juga minta maaf ya, kalau selama ini aku udah banyak salah sama kamu.” Balas Angga.

Sampai pada akhirnya, mereka kini sudah tidak ada komunikasi lagi apalagi memiliki kedekatan.


Next Post Previous Post
2 Comments
  • mfatutorial
    mfatutorial December 22, 2020 at 4:15 PM

    bagus banget

    • Rendi Riansyah
      Rendi Riansyah December 25, 2020 at 4:56 PM

      terimakasih ;)

Add Comment
comment url